Cara budidaya tomat pola organik

Cara budidaya tomat pola organikCARA BUDIDAYA TOMAT POLA ORGANIK, By. Ayah Manjel Dech
Yang perlu kita persiapkan sebelum kita menanam Tomat organik adalah:

 

  1. Benih tomat unggulan dan sehat
  2. Pupuk organik/ Pupuk kandang 3 – 4 ton / Ha
  3. Trichoderma
  4. ROTAN, POC Vegetatif, POC Generatif
  5. Pestisida organik / ROMA
  6. PGPR

Teknik Cara Penanam Tomat :
Pengolahan Lahan

  • Buat bedengan/leleran dengan lebar 1 meter dan panjang sesuaikan dengan lahan
  • Masukan pupuk kandang (yg terbaik pupuk kandang ayam broiler) sebanyak 1 karung untuk bedengan yang panjangnya 10 meter
  • Kocor dengan ROMA + Bawang Putih + Tomat Rawit Merah + Tembakau di atas pupuk kandang tsb dengan dosis 1 liter + 10 liter air, kemudian baru di aduk/campur dengan tanah. Biarkan 1-2 hari
  • Kocor dengan ROTAN 1 liter + PGPR 1 liter + TRICHODERMA 1 liter + Gula 1 kg + air 200 liter, kocor sampai terlihat basah setiap bedengannya.
  • Tutup dengan mulsa dan biarkan jangan dulu diberi lobang selama 2 minggu / 14 hari
  • Setelah 2 minggu baru diberi lobang dengan jarak 40×40 cm tiap baris dan jarak antar baris 50 cm

Pembenihan

  • Rendam benih biji tomat dalam air hangat selama 3-5 menit, kemudian tiriskan
  • Rendam benih biji tomat dalam ROMA selama 10-15 menit, kemudian tiriskan
  • Rendam benih biji tomat kedalam ROTAN + PGPR selama 12 jam

 

Persiapan Penyemaian

  • Campurkan Tanah bawah bambu + Pupuk Kandang kemudian kocor dengan ROMA++ dan biarkan selama 1-2 hari
  • Hari ke 3 semprot/kocor dengan ROTAN + PGPR + TRICHODERMA dan biarkan selama 1 minggu
  • Masukan tanah ke dalam tempat penyemaian, kemudian masukan benih biji yang sudah disiapkan sebelumnya masing2 1 butir ke setiap tempat, kemudian siram dengan ROTAN dosis 10 ml / liter air, kemudian langsung tutup dengan mulsa/terpal biarkan sampai keluar daun pertama selanjutnya buka tutup mulsa/terpal
  • Setelah berdaun lima (kira-kira umur 2 minggu) tomat kita tanam dalam lahan yang sudah kita persiapkan. 2 minggu sebelumnya.

Pemupukan dan Perawatan

  • Ketika benih tomat pindah ke lahan maka kocor dengan POC Vegetatif dengan dosis 1 liter + 200 liter, cukup asal basah saja ke tiap lobang
  • Umur 7 hari semprot dengan ROMA ++
  • Umur 14 hari kocor dengan POC Vegetatif dengan dosis 1 liter + TRICHODERMA 1 liter + 200 liter, cukup asal basah saja ke tiap lobang
  • Buang tunas air/ tunas yang tumbuh di bawah cabang pertama
  • Lakukan prunning / pemotongan tunas setelah tanaman berdaun 8-10, 1cm dari tunas
  • Setelah prunning/pemotongan tunas, kocor dengan POC Vegetatif 1 liter + PGPR 1 liter + air 150 liter
  • Umur 25 hari kocor dengan ROTAN 100 ml + TRICHODERMA 100 ml + POC Vegetatif 1 liter + gula ½ kg + air 200 liter dengan dosis 1 gelas untuk 1 tangki (14 liter)
  • Setelah muncul bunga kembali maka semprot dengan POC Generatif 1 liter + 150 liter air setiap seminggu sekali bergantian dengan ROMA ++.
  • Amati adanya serangan hama dan penyakit, bila terjadi gejala serangan harus cepat kita atasi secara mekanik (kita ambil hama dan daun yang terserang tersebut, lalu kita pisahkan tanaman yang sehat dan yang sakit agar mudah dalam pengelolaan hama maupun penyakit). Jika musim kemarau sebaiknya sering disiram daunnya untuk mengurangi serangan kutu. Lakukan penyemprotan dengan ROMA+ Bawang Putih + Tomat Rawit merah + Tembakau
  • Catatan :
    Hal paling pokok adalah pastikan dalam pembuatan pupuk organic harus benar2 berhasil / matang. Terutama Kohe harus di sterilkan dari microba/bakteri pathogen dengan Ramuan Organik Hama (ROMA)

 

Pemberian ROTAN/POC dan ROMA di aplikasikan selang satu minggu, minggu 1 ROTAN / POC
minggu ke 2 ROMA dan begitu seterusnya..

 

Dari pengalaman pola spt di atas tanaman tomat benar2 sehat dan tidak terkena hama/penyakit. Dan hasil sampai 2x lipat dari pola biasa.

Moga berhasil !!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *