Prunning atau Pemangkasan pada Cabai

Prunning atau Pemangkasan pada CabaiPrunning atau Pemangkasan pada Cabai bertujuan untuk batang menjadi kuat dan juga memperbanyak cabang di atas. Dengan pemangkasan, akan tumbuh cabang yang banyak, sehingga diharapkan buahnya pun semakin banyak. Dan memang sudah terbukti demikian.

Dengan dilakukannya pemangkasan ini, masa vegetatif pada pohon cabai akan diperpanjang. Maksudnya adalah jika tanpa pemangkasan cabai sudah memasuki masa generatif, maka jika dilakukan pemangkasan, kita perlakukan tanaman cabai itu dengan pupuk vegetatif walaupun sebenarnya sudah memasuki masa generatif.

https://www.youtube.com/watch?v=e93UyZVyz0M

Jadi perlakuannya adalah kira-kira pada usia cabai sekitar 20 hst (hari setelah tanam), dilakukan pemangkasan pertama pada ujung pohon cabai tersebut. Setelah dilakukan pemangkasan, maka kita berikan pupuk vegetatif lagi (seharusnya sudah memasuki masa generatif dan masuk pupuk generatif) satu kali, kemudian setelah itu baru masuk pupuk generatif. Untuk mengetahui waktu pemupukan dan cara bertanam cabe, silahkan buka Tips dan cara budidaya cabe pola organik. Di samping prunning ini, perempelan tunas air juga harus tetap dilakukan.

Namun satu hal yang perlu diingat, pemberian pupuk vegetatif setelah pemangkasan berikan dosis dua kali lipat. Begitu juga dengan pupuk generatifnya perlu diberikan dosis dua kali lipatnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kekurangan dari dilakukannya prunning ini adalah cabai telat berbuah jika dibandingkan dengan yang tidak diprunning. Namun cabai dengan sistem prunning ini akan lebih kokoh batangnya, lebih banyak cabang dan tentunya akan menghasilkan buah yang lebih banyak.

Demikian mudah mudahan bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *