Teknik fermentasi dolomit untuk menjaga keseimbangan pH tanah

dolomit

Ada kasus seperti ini:

Dalam 1 hamparan pH tanah bisa variatif. Saran dari petugas dinas. Pengolahan sempurna dan pengaturan air. Pada perjalanannya pH tetap naik turun.

Penjelasan:

Masalah pH dalam suatu lahan sudah tentu sangat variatif, naik turun sudah pasti, kenapa???
Secara garis besar masalah pH tanah diakibatkan oleh kandungan Al dan Fe yang tinggi tidak berimbang dengan unsur2 yang lain.
Untuk itu salah satu cara agar pH tidak terlalu masam maka harus diberikan unsur lain yang bisa mengikat keenceran Al maupun Fe, dan salah satu unsur tsb adalah Ca dan Mg.
Kedua unsur tsb ada di dalam dolomit. Sehingga diharapkan Al atau Fe tidak jd unsur tunggal tapi jd terikat. Alhasil kemasaman tanah jd berkurang.
Mengenai kenapa pH naik turun itu disebabkan kandungan Ca maupun Mg ada yang diserap oleh tanaman. Otomatis jadi akan ada perubahan, tergantung seberapa banyak yang diserap tanaman itu sendiri. So, penambahan unsur Ca dan Mg diperlukan, idealnya hitung berapa kebutuhan yang diserap tanaman dan berapa kebutuhan untuk menyeimbangkan kadar Al dan Fe. Sehingga diharapkan penurunan pH tidak menjadi drastis.

Mengenai fermentasi dimaksudkan agar pemisahan Ca dan Mg dalam dolomit menjadi lebih cepat, sehingga ketika diaplikasikan ke lahan akan langsung bisa mengikat Al dan Fe.
Karena jika apa adanya, unsur Ca dan Mg dalam dolomit butuh waktu cukup lama untuk terpisah dan mengikat Al atau Fe di lahan.
So… minimal 2 minggu sekali sebaiknya cek pH pada lahan untuk memastikan sudah cukup atau belum, itulah sebabnya kenapa ayah menyarankan aplikasi dolomit yang sudah difermentasi diaplikasikan setiap 2 minggu sekali terutama saat fase generatif, karena tanaman kebutuhan unsur p dan K tinggi, sementara jika kandungan Al dan Fe tinggi P dan K tidak bisa terserap krn terikat oleh Al atau Fe itu sendiri, yang pada akhirnya tanaman jadi lemah, keriting dan sakit.

Baca juga Cara fermentasi dolomit

 

No Responses