Teknik Kultur Jaringan – Bag. 2

Teknik kultur jaringan tanaman merupakan metoda untuk mengisolasi bagian tanaman seperti protoplas, sel, jaringan atau organ dan menumbuhkannya dalam media buatan aseptik yang mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Selengkapnya silahkan baca di TEKNIK KULTUR JARINGAN BAGIAN 1

kultur jaringan

Teknik Kultur Jaringan Bagian 2.

ALAT DAN BAHAN
Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah laminar air flow cabinet, autoclave, lemari pendingin, timbangan analitik, lampu spiritus, pinset, skalpel, spatula, pH meter, corong, pipet tetes, labu Erlenmeyer 500 mL, gelas ukur 5 mL, 10 mL, 100 mL dan 500 mL, batang pengaduk, botol kultur, botol alkohol, sprayer, masker dan alat-alat lainnya

Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alkohol 70% dan 95%, Clorox, deterjen, zat pengatur tumbuh (NAA dan BAP), aluminium foil, dan media Murashige dan Skoog (MS)

 

CARA KERJA
Sterilisasi Alat dan Bahan
Alat-alat yang tahan panas disterilkan menggunakan autoclave pada suhu 121oC selama 30 menit, Kalau ga ada autoclave yo wis godok saja dengan air panas mendidih selama 30 mnt dan yang tidak tahan panas disterilkan dengan menggunakan alkohol 70%. Bahan-bahan yang digunakan seperti akuades dan media Murashige dan Skoog (MS) disterilkan dengan menggunakan autoclave, pada suhu 121oC selama 15 menit, atau kukus juga boleh selama 30 menit.

 

PEMBUATAN MEDIA
1. Pembuatan larutan stok hara

Stok hara terdiri dari stok hara makro yaitu stok A, B, C, D, E, F dan stok hara mikro yaitu stok G, Larutan stok hara 1 L dibuat dengan cara menimbang setiap garam mineral. Masing-masing bahan dilarutkan ke dalam 100 mL akuades steril yang telah diisikan ke dalam wadah yang disediakan. Stok yang komposisinya lebih dari 1 jenis garam mineral seperti stok F dan G dilarutkan secara terpisah dengan akuades steril, kemudian dicampur dalam satu wadah. Setelah bahan kimia larut dan tercampur sempurna volume ditepatkan hingga 1 liter dengan menambah akuades steril.
Khusus untuk larutan stok F, setelah dimasukkan ke dalam 200 mL akuades steril, kemudian dipanaskan pada suhu 40 – 60oC hingga larut dan setelah dingin ditambahkan FeSO4.7H2O yang telah dilarutkan dengan akuades steril. Setelah kedua bahan dicampurkan volume ditepatkan hingga 1 liter dengan menambah akuades steril, kemudian wadah larutan stok F ditutup dengan alumunium foil. Semua stok disimpan dalam lemari pendingin.

2. Pembuatan larutan stok vitamin

Bahan yang telah ditimbang sesuai dengan jenis dan jumlah yang terdapat pada tabel, ntar dilampirkan ya.. !
(stok H, I dan J) dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer 100 mL yang telah berisi 25 mL akuades steril.

3. Pembuatan larutan stok Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

  • Pembuatan larutan stok auksin
    Ditimbang 100 mg auksin, dilarutkan ke dalam 70 mL akuades steril, diaduk sambil ditetesi larutan KOH 1 N setetes demi setetes hingga bahan larut sempurna dan ditepatkan volumenya hingga 100 mL dengan menambah akuades steril, disimpan dalam lemari pendingin.
  • Pembuatan larutan stok sitokinin
    Ditimbang 100 mg sitokinin, dilarutkan ke dalam 70 mL akuades, diaduk sambil ditetesi HCl 1 N setetes demi setetes hingga bahan larut sempurna dan ditepatkan volumenya hingga 100 mL dengan menambah akuades steril, disimpan dalam lemari pendingin.

4. Pembuatan dan sterilisasi media

Setelah semua larutan stok dimasukkan, ditambahkan 8 g agar-agar dan 30 g gula, diukur pH sebesar 5,6 sebelum disterilkan, untuk mendapatkan pH yang sesuai ditambahkan KOH 1 N atau HCl 1 N, media dipanaskan dan dituang ke dalam botol-botol kultur setinggi 1,5 – 2 cm, botol ditutup rapat dengan aluminium foil. Media disterilkan dalam autoclave pada suhu 121°C selama 15 menit, atau godok sj di air mendidih 30 menit. Media yang telah steril disimpan selama 3 hari, bila tidak terkontaminasi maka media dapat digunakan.

Bersambukng ke TEKNIK KULTUR JARINGAN BAGIAN 3

No Responses